Encrypt and Decrypt (Two-Way)
Tool enkripsi-dekripsi dua arah (bukan hash) dengan pilihan algoritma AES dan RSA-OAEP.
Keterangan Dasar Enkripsi vs Hash
Halaman ini mendukung enkripsi dua arah untuk keluarga AES (simetris) dan RSA-OAEP (asimetris).
Beda dengan hash:
Hash (misalnya SHA-256) bersifat satu arah dan tidak bisa di-decrypt. Enkripsi bersifat dua arah: encrypt lalu decrypt.
Algoritma dua arah di halaman ini:
`AES-GCM` (default, recommended), `AES-CBC`, dan `AES-CTR` (passphrase-based), plus `RSA-OAEP` (public/private key).
Keterangan algoritma terpilih:
Format output ciphertext baru:
LPENCv2.<algorithmKey>.<saltBase64>.<ivBase64>.<cipherBase64>
Tetap kompatibel dengan format lama: `LPENCv1.<salt>.<iv>.<cipher>` (diasumsikan AES-GCM).
Format RSA: `LPRSA1.rsa-oaep.<cipherBase64>`.
Cara pakai cepat:
1) Isi passphrase 2) Pilih algoritma dari select (bisa dicari) 3) Tulis teks di kolom Input 4) Klik Encrypt 5) Untuk buka lagi, paste ciphertext lalu klik Decrypt
Khusus RSA-OAEP, tampilan flow keypair akan muncul hanya saat algoritma RSA dipilih.
Catatan: Jangan lupa passphrase. Jika passphrase salah, ciphertext tidak bisa dibuka.
Tool Guide
Ringkasan cepat untuk memahami dan memakai tool ini.
What is
AES Encrypt/Decrypt adalah tool untuk mengenkripsi dan mendekripsi text menggunakan algoritma AES untuk kebutuhan data privacy.
How to use
- Masukkan data input (token/text/secret) sesuai use case.
- Pilih mode proses seperti decode/encrypt/hash.
- Verifikasi hasil sebelum dipakai di environment produksi.
Example
Encrypt text API key internal dengan passphrase, lalu decrypt kembali saat dibutuhkan.
Why developers use
- Mendukung verifikasi data security dengan cepat.
- Mempermudah inspeksi token dan payload terenkripsi.
- Membantu validasi sebelum implementasi ke aplikasi.
FAQ
Apakah tool security ini aman untuk secret produksi?
Sebaiknya hindari memasukkan secret kritikal produksi ke tool web umum.
Kenapa hasil decrypt/hash berbeda?
Periksa mode, key/iv, salt, dan algoritma agar sama persis dengan sistem asal.
Apakah hasil bisa dipakai lintas bahasa pemrograman?
Bisa, jika parameter algoritma dan encoding output disamakan.